FBI: Mobil Canggih Rentan Dibobol Hacker

mobilcanggihJakarta – Federal Bureau of Investigation (FBI) dan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengeluarkan buletin yang berisi peringatan bahwa kendaraan bermotor saat ini makin rentan terhadap peretasan.

“FBI dan NHTSA memperingatkan publik, pembuat mobil, komponen mobil, dan perangkat aftermarket untuk meningkatkan kesadaran terhadap masalah potensial dan ancaman keamanan cyber yang terkait dengan teknologi yang ada di mobil modern,” tulis mereka.

Peringatan ini ada benarnya, karena setidaknya sudah tiga pabrikan besar yang memberikan pembaruan — bahkan sampai melakukan recall — di mobil buatannya karena ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh hacker.

Misalnya Fiat Chrysler Automobiles yang me-recall 1,4 juta mobil buatannya pada Juli 2015 untuk menginstal software keamanan di dalamnya. Sebelumnya BMW juga mengumumkan kalau sudah memperbaiki celah keamanan di 2,2 juta kendaraan yang memungkinkan hacker untuk membuka kunci pintunya dari jarak jauh.

Lalu ada General Motor yang memperbarui aplikasi smartphone karena ada celah yang bisa dimanfaatkan hacker untuk mengontrol sejumlah fungsi di mobil hybrid buatannya, yaitu Chevrolet Volt.

“Memang tak semua insiden peretasan berisiko besar pada keamanan — seperti si peretas mengambil alih kontrol kendaraan — namun tetap penting bagi para konsumer untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko tersebut,” lanjut FBI dan NHTSA.

Buletin tersebut juga menyebutkan cara-cara yang mungkin dipakai oleh para hacker untuk menembus sistem elektronik pada kendaraan bermotor. Salah satunya dengan email palsu kepada para konsumen yang mencari pembaruan software untuk mobilnya.

Dalam email palsu tersebut, si hacker bisa saja memasukkan tautan kepada situs berisi malware, atau memaksa si konsumen untuk membuka lampiran yang berisikan malware, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Senin (21/3/2016). (asj/rou)

Sumber: DetikInet

Facebook Comments

You May Also Like